Sejarah

Sejarah

PROFIL KECAMATAN IV KOTO KABUPATEN AGAM PROPINSI SUMATERA BARAT

A. Sejarah

Pekembangan penduduk IV Koto dimulai sejak rombongan Niniak Mamak Tumangguang Putiah berangkat dari VI koto, Ladang Laweh, Pandai Sikek sampai mamancang latiah di Koto Gadang. Nagari-nagari yang awalnya menjadi basis IV Koto sesuai rute perjalanan yang ditempuh rombongan Datuak Tumangguang Putiah adalah Guguak Tabek Sarojo, Koto Gadang dan Sianok.

Tahap pertama ini diikuti oleh tahap kedua hingga menjadi nagari-nagari yang disebut "Mimba Nan Salapan yaitu Guguak Tabek Sarojo, Koto Gadang, Cupak (Pakan Sinayan), Sungai Tanang, Cingkariang dan Sungai Landia (Sungai Buluah).

Kemudian perjalanan itu dilanjutkan ke tahap ketiga dan pada tahap ini nagari-nagari tersebut disebut "Anak Mimba Nan Anam yaitu Koto Tuo, Koto Hilalang, Pahambatan, Sungai Landia, Koto Panjang dan Malalak.

Yang menjadi Ibu Negeri IV Koto adalah Koto Gadang yang dinamakan Penghulu Nan Duo Puluah Ampek. Empat diantaranya dinamakan IV Suku dan yang menjadi jenjang oleh Penghulu Nan Duo Puluah adalah Datuak Machudum Sati, Datuak Maharajo dan Datuak Malakewi. Sedangkan Penghulu Nan Duo Puluah Ampek di Koto Gadang ialah 7 di Koto, 8 di Sikumbang, 3 di Piliang, 3 di Guci dan 3 di Caniago. Sedangkan Guguak, Tabek Sarojo dan Sianok dinamakan Nan Tigo Jurai yaitu 12 penghulu di Guguak, 6 di Tabek Sarojo dan 6 di Sianok.

Selanjutnya Niniak Tumangguang Putiah beserta rombongannya sampai ke Batang Ampalu yaitu Bukik Kapanchan dan disana dilaksanakan bercocok tanam. Inilah yang dinamakan "Pantang di Ampalu" atau disebut juga perjalanan Niniak Tumangguang Putiah dari darat menuju rantau, daerah ini dinamakan Pintu IV Koto dan Malalak disebut janjang atau tangga IV Koto dan yang menjadi serambi IV koto adalah Mudiak Padang.

Daerah IV Koto ini dulunya lebih luas dari kecamatan IV koto sekarang. kira-kira dari padang luar sampai Ampalu. Dengan tidak disebutnya beberapa nagari dalam rute yang dilalui Niniak Tumangguang Putiah sejak dari Sungai Tanang sampai Ampalu dalam Mimba nan Salapan maupun Anak Mimba Wan Anam maka negeri Ru mungkin berkembang langsung dari basis IV Koto (Guguak, Tabek Sarvo, Koto Gadang, Sianok) atau daerah negeri-negeri sebelah timur lainnya yang telah ada suku-suku di satu negeri. Negeri-negeri yang ada di IV Koto tidak seluruh penduduknya berkembang atau berasal dari Niniak Tumangguang Putiah sebab ada negeri yang didapati olch Niniak Tumangguang Putiah dalam perjalanannya turun ke IV Koto, meskipun negeri itu belum bernama dan belum beberapa penduduknya.

Sebelum keluarnya UU No. 5 tahun 1979 tentang pemerintahan Desa yang diberlakukan di Sumatera Barat mulai tanggal 1 Agustus 1983, Kecamatan IV Koto terdiri dari 8 Nagari yaitu Balingka, Guguak Tabek Sarojo, Koto Tuo, Koto Gadang, Sianok VI Suku, Sungai Landia, Koto Panjang dan Malalak.

Setelah diberlakukan UU No 5 Tahun 1979, maka jorong-jorong yang ada dalam nagari di Sumatera Barat berubah menjadi Desa (Pemerintahan Desa). Di kecamatan IV Koto jumlah jorong pada waktu itu yang beralih menjadi Desa sebanyak 33 Jorong.

Dalam pemberlakuan UU No 5 tahun 1979, dilakssanakan pula beberapa kali penataan desa untuk yang belum mencapai ketentuan persyaratan jumlah penduduk dan luas wilayah sebuah desa. Dari Penataan Desa tahap IV jumlah desa di kecamatan IV Koto sebanyak 20 Desa dengan jumlah dusun (Wilayah Pemerintahan di bawah desa) sebanyak 74 dusun.

Pada saat dilaksanakan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Desa maka sesuai maksud UU tersebut dimungkinkannya desa kembali ke sebutan masing-masing berdasarkan asal-usul, yang di Sumatera Barat disebut Nagari. Setelah ditindaklanjuti dengan Perda Propinsi Sumatera barat No. 9 Tahun 2000 dan Perda Kabupaten Agam No. 31 Tahun 2001 maka tanggal 10 November 2001 secam resmi kembali ke Pemerintahan Nagari ditandai dengan dikukuhkannya Pj. Walinagari se-Kabupaten Agam sebanyak 79 Nagari.

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat Malalak dan dalam rangka pendekatan pelayanan pada masyarakat malalak, maka dari itu pada bulan September 2006 sampai Desember 2006 telah dilalui beberapa tahap pemekaran Kecamatan IV Koto menjadi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan IV Koto dan Kecamatan Malalak Terhitung tanggal 20 Desember 2007 DPRD Kabupaten Agam telah mensahkan Ranperda pemekaran Kecamatan IV Koto.