Blog

Tradisi Maanta Pabukoan, Ekspresi Kasih Sayang Menantu kepada Mertua di Bulan Ramadan

  • Subchan, S.PI.,M.SI
  • 0 Komentar

Maanta Pabukoan adalah tradisi unik masyarakat Minangkabau yang masih terjaga kuat di Kecamatan IV Koto. Dilaksanakan setiap bulan Ramadan, tradisi ini merupakan kewajiban seorang menantu (laki-laki atau perempuan) untuk mengantarkan hantaran berupa makanan berbuka puasa kepada orang tua dari pasangannya.

Di IV Koto, Maanta Pabukoan bukan sekadar mengantarkan makanan biasa. Hantaran dikemas dengan indah dalam dulang (nampan kuningan besar) yang ditutup dengan tudung saji berhias, berisi berbagai jenis makanan khas Ramadan seperti kolak labu, bubur kacang hijau, kue-kue tradisional (karupuak, wajik, lapek bugih), dan lauk pauk lengkap untuk sahur.

Prosesi pengantaran dilakukan oleh rombongan perempuan dengan berjalan kaki sambil membawa dulang di atas kepala secara terhormat. Rombongan ini kadang disertai oleh musik talempong sebagai tanda kegembiraan dan penghormatan.

Tradisi ini mempererat hubungan dua keluarga yang bersambung melalui pernikahan dan mengajarkan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua. Di IV Koto, tidak ada satu pun menantu yang berani absen dari tradisi ini karena dianggap kurang beradab dalam pandangan masyarakat adat.


Foto Profil Pegawai

Subchan, S.PI.,M.SI

Seseorang yang berdidikasi terhadap Ilmu Pengetahuan dan berwawasan luas.

Bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini

0
0
0
0
0

0 Komentar

Post Comment

Email tidak akan dipublikasikan. Field bertanda * wajib diisi.