Blog

Sistem Subak Lokal Nagari Sungai Landia, Kearifan Irigasi Sawah yang Bertahan Ribuan Tahun

  • Subchan, S.PI.,M.SI
  • 0 Komentar

Jauh sebelum pemerintah membangun jaringan irigasi teknis, masyarakat Nagari Sungai Landia di Kecamatan IV Koto sudah memiliki sistem pengelolaan air pertanian yang sangat terorganisir yang disebut Kaum Tani Bandar. Sistem ini mengatur pembagian air irigasi secara adil kepada seluruh petani sawah berdasarkan luas lahan dan giliran yang sudah disepakati bersama dalam musyawarah adat.

Infrastruktur irigasi tradisional Sungai Landia terdiri dari sistem bendung sederhana (bandar) yang dibuat dari batu kali, saluran primer dan sekunder yang digali secara manual, serta pintu air dari bambu dan kayu yang dikelola oleh petugas air (tukang aia) yang dipilih oleh masyarakat. Pemeliharaan seluruh sistem dilakukan secara gotong royong setiap awal musim tanam.

Keunggulan sistem tradisional ini dibanding irigasi teknis modern adalah fleksibilitasnya yang tinggi dan rasa kepemilikan masyarakat yang kuat. Ketika ada kerusakan atau sengketa air antar petani, penyelesaiannya dilakukan melalui forum adat yang memutuskan secara adil berdasarkan aturan yang sudah ada.

UNESCO melalui program GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems) saat ini sedang melakukan kajian terhadap beberapa sistem irigasi tradisional Minangkabau di Kabupaten Agam, dan sistem Kaum Tani Bandar Sungai Landia menjadi salah satu kandidat yang direkomendasikan untuk mendapat pengakuan internasional.


Foto Profil Pegawai

Subchan, S.PI.,M.SI

Seseorang yang berdidikasi terhadap Ilmu Pengetahuan dan berwawasan luas.

Bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini

0
0
0
0
0

0 Komentar

Post Comment

Email tidak akan dipublikasikan. Field bertanda * wajib diisi.