Blog

Budidaya Kubis Dataran Tinggi di Nagari Balingka, Teknik Organik yang Hasilkan Panen Melimpah

  • Subchan, S.PI.,M.SI
  • 0 Komentar

Nagari Balingka di Kecamatan IV Koto adalah salah satu produsen kubis dataran tinggi terbesar di Kabupaten Agam. Dengan ketinggian lahan yang berada antara 800 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, kondisi iklim di Balingka sangat ideal untuk pertumbuhan kubis yang membutuhkan suhu sejuk dan curah hujan merata.

Petani Balingka menggunakan sistem budidaya semi-organik yang mengandalkan pupuk kandang sapi dan kompos dari limbah pertanian sebagai pupuk dasar, dikombinasikan dengan pupuk anorganik dosis rendah untuk top dressing. Sistem ini menghasilkan kubis dengan berat rata-rata 2-3 kg per kepala dengan tekstur padat dan rasa yang lebih manis dibanding kubis dataran rendah.

Pola tanam yang diterapkan adalah rotasi kubis-wortel-bawang daun dengan siklus 3-4 bulan per giliran untuk menjaga kesuburan tanah dan memutus siklus hama. Pengairan menggunakan sistem irigasi tetes sederhana yang memanfaatkan gravitasi dari sumber air di lereng bukit, sangat efisien dalam penggunaan air.

Dalam satu musim tanam, seorang petani dengan lahan 1 hektare dapat menghasilkan hingga 30 ton kubis. Dengan harga jual rata-rata Rp 3.000-5.000 per kilogram di tingkat petani, pertanian kubis menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan bagi keluarga tani di Balingka.


Foto Profil Pegawai

Subchan, S.PI.,M.SI

Seseorang yang berdidikasi terhadap Ilmu Pengetahuan dan berwawasan luas.

Bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini

0
0
0
0
0

0 Komentar

Post Comment

Email tidak akan dipublikasikan. Field bertanda * wajib diisi.