Blog

Rakik Maco Sungai Landia, Keripik Ikan Bilih Renyah Warisan Nenek Moyang

  • Subchan, S.PI.,M.SI
  • 0 Komentar

Rakik Maco adalah makanan ringan tradisional berupa keripik tipis berbahan tepung beras yang dicampur dengan ikan bilih (ikan bilih atau maco dalam bahasa lokal) yang ditangkap langsung dari sungai-sungai jernih di sekitar Kecamatan IV Koto. Produk ini menjadi salah satu camilan khas yang paling dicari oleh wisatawan yang melewati jalur Bukittinggi–Lubuk Basung.

Proses pembuatan Rakik Maco terbilang sederhana namun penuh keahlian. Ikan bilih segar digoreng setengah kering terlebih dahulu, kemudian dicampurkan ke dalam adonan tepung beras yang dibumbui dengan bawang putih, garam, dan sedikit cabai. Adonan dipipihkan dan digoreng hingga kering dan renyah berwarna keemasan.

Di Nagari Sungai Landia, kegiatan membuat rakik maco sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu sumber penghasilan ibu-ibu rumah tangga. Beberapa produsen rumahan kini sudah memiliki merek dagang lokal dan memasarkan produk mereka hingga ke Padang dan Pekanbaru.

Pemerintah nagari berencana mendaftarkan Rakik Maco Sungai Landia sebagai produk warisan budaya kuliner dalam program Indikasi Geografis Kabupaten Agam untuk melindungi keaslian dan nama baik produk ini.


Foto Profil Pegawai

Subchan, S.PI.,M.SI

Seseorang yang berdidikasi terhadap Ilmu Pengetahuan dan berwawasan luas.

Bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini

0
0
0
0
0

0 Komentar

Post Comment

Email tidak akan dipublikasikan. Field bertanda * wajib diisi.