Blog

Tembikar Tradisional Koto Panjang, Gerabah Tanah Liat dari Tangan-Tangan Bersejarah

  • Subchan, S.PI.,M.SI
  • 0 Komentar

Di sudut Nagari Koto Panjang yang tenang, tradisi pembuatan tembikar (gerabah) dari tanah liat masih bertahan meskipun perlahan semakin langka. Beberapa keluarga pengrajin tua di nagari ini masih menggunakan teknik coil-building dan slab-rolling tradisional yang diwariskan dari nenek moyang, jauh sebelum teknik putar masuk ke daerah ini.

Produk tembikar Koto Panjang umumnya berupa periuk masak, kendi air, tempayan, dan celengan tanah liat yang digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Tanah liat yang digunakan diambil dari bantaran sungai di sekitar nagari yang memiliki kandungan mineral yang ideal untuk pembuatan gerabah berkualitas.

Proses pembuatannya sepenuhnya manual tanpa menggunakan roda putar modern. Setelah dibentuk, gerabah dijemur di bawah terik matahari selama beberapa hari sebelum dibakar dalam pembakaran tanah terbuka menggunakan kayu bakar. Proses pembakaran tradisional ini menghasilkan produk dengan warna cokelat kemerahan alami yang khas.

Pemerintah Kecamatan IV Koto bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Agam sedang mendorong revitalisasi kerajinan tembikar Koto Panjang dengan mengintegrasikannya ke dalam paket wisata budaya IV Koto, sekaligus membuka pelatihan bagi generasi muda yang berminat melestarikan tradisi ini.


Foto Profil Pegawai

Subchan, S.PI.,M.SI

Seseorang yang berdidikasi terhadap Ilmu Pengetahuan dan berwawasan luas.

Bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini

0
0
0
0
0

0 Komentar

Post Comment

Email tidak akan dipublikasikan. Field bertanda * wajib diisi.